Malam ini pacarku menangis karena memikirkan ketidak sempurnaannya, dan aku juga memang merasa bahwa apa yang dipikirkannya benar. Ia tidak sempurna. Tapi tidak jarang pula aku membohonginya dengan menyebutnya gadis yang sempurna. Kupikir-pikir, sampai kapan aku akan membohongi dirinya dan juga diriku dengan kata-kata gombal itu? Hingga akhirnya aku memikirkan satu hal yang bisa mengungkap jawaban dari pertanyaan ini.
Jawaban atas pertanyaan ini ada jauh di atas langit, berupa sebuah bulatan putih yang terang di malam hari, yaitu bulan. Tak jarang orang menyebutnya indah, cantik, bagus, dan sebagainya. Ada beberapa diantara mereka mungkin tidak menyadari bagaimana bulan sebenarnya, tapi kebanyakan dari mereka tau bagaimana sebenarnya sosok bulan itu, hanya saja mereka tidak memperdulikannya. Bulan itu memiliki permukaan yang hancur dan sama sekali tak menarik dipandang. Bulan itu benda langit yang sama seperti meteor, memiliki bentuk yang tidak sempurna dan abstrak. Tidak begitu bulat karena permukaannya yang tidak rata. Tapi coba pandangi bulan dari teras rumahmu, bulan terlihat membulat begitu sempurna karena memantulkan cahaya matahari.
Begitu pula aku, mungkin kita, yang sering mengatakan pasangan kita sempurna. Sebenarnya kita tidak membohongi mereka, juga diri kita. Pasangan kita adalah bulan, kita adalah pengamat, dan kasih sayang adalah cahaya matahari. Pasangan kita bukan makhluk yang sempurna, dan kita sadar akan itu. Lalu mengapa kita berusaha bertahan dalam ketidak sempurnaan? Mengapa tidak mencari kesempurnaan saja? Alasannya adalah karena sebagai pengamat di bumi, kita tidak perduli dengan bentuk asli sang bulan. Kita tidak perduli dengan ketidak sempurnaan pasangan kita, dan satu-satunya alasan untuk itu hanyalah karena kita memiliki kasih sayang yang besar, yang merupakan cahaya matahari bagi bulan yang tak sempurna. Pasangan kita memantulkan cahaya kasih kita, sehingga menutupi semua ketidak sempurnaannya. Sesungguhnya ia tidak sempurna, tapi ia menjadi sempurna karena ketulusan hatinya membalas kasih kita, dan memberikan kasihnya kepada kita. Itulah pasangan yang sempurna, karena ketidak sempurnaannya.
;kesempurnaan adalah ketidak sempurnaan + kasih
author: ~d'CoffeeSheepz
ihiirr... titi rek.. keren2... ntar ajarin q buat blog yahhh :)
BalasHapus-fefe-